Semarang, |indonesianewstoday.com| minggu, 10 Mei 2026 – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-33 Gereja Baptis Indonesia Jatisari yang digelar dengan meriah bersama seluruh jemaat dan tamu undangan. Mengusung tema “Dengan Kasih dan Pengorbanan”, acara berlangsung khidmat sekaligus penuh hiburan rohani.
Ibadah perayaan dipimpin oleh pembicara tamu Pdt. Sugeng Hariono yang dalam khotbahnya mengajak seluruh jemaat untuk tetap hidup dalam kasih, melayani dengan ketulusan, serta menjaga semangat pengorbanan dalam kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Pendeta Pdt. Indrianto yang saat ini menggembalakan jemaat Gereja Baptis Indonesia Jatisari. Ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan gereja yang telah memasuki usia ke-33 tahun.
“Puji Tuhan, hingga saat ini gereja terus bertumbuh dan menjadi tempat pelayanan bagi banyak jiwa. Semoga tema kasih dan pengorbanan benar-benar hidup di tengah jemaat,” ujarnya.

Acara ulang tahun semakin semarak dengan berbagai penampilan menarik dari seluruh elemen pelayanan gereja. Mulai dari penampilan Sekolah Minggu yang menghibur jemaat, paduan suara WBI dan PBI, hingga penampilan kaum muda yang penuh semangat pujian.
Tidak hanya itu, jemaat juga disuguhkan drama rohani yang diperankan oleh PKMB yang berhasil menyampaikan pesan moral dan nilai kekristenan secara menyentuh dan menghibur.
Kemeriahan semakin terasa saat sesi doorprize digelar. Jemaat yang mampu menjawab pertanyaan dari pembawa acara mendapatkan hadiah menarik, sehingga suasana penuh antusias dan tawa kebersamaan.
Jalannya acara dipandu dengan meriah oleh MC Sdri. Ester. Sementara pujian dan penyembahan dibawakan oleh para singer, yakni Paloma, Sintial, dan Sdri. Anggel yang membuat suasana ibadah semakin hidup dan penuh sukacita.
Momen yang paling mengharukan terjadi saat digelarnya temu kangen alumni PKMB Gereja Baptis Indonesia Jatisari. Para alumni yang telah lama tidak bertemu tampak saling berbagi cerita dan kenangan masa pelayanan mereka di gereja.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan ditutup dengan makan bersama seluruh jemaat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 33 tahun perjalanan pelayanan gereja.
Penulis: Angger s









