Editor : Yogie Ps
Rabat, Maroko | indonesianewstoday.com |( 02-maret- 2026 ) – Di tengah eskalasi ketegangan kawasan Timur Tengah, Pemerintah Kerajaan Maroko menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk Arab merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Pernyataan diplomatik tersebut disampaikan melalui rilis resmi Istana Kerajaan pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Yang Mulia Mohammed VI melakukan serangkaian komunikasi strategis dengan para pemimpin negara Teluk untuk menyampaikan dukungan penuh terhadap kedaulatan dan stabilitas wilayah mereka.
Dalam komunikasi tersebut, Raja Maroko menghubungi Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab, Raja Hamad bin Isa Al Khalifa dari Bahrain, Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Arab Saudi, serta Emir Tamim bin Hamad Al Thani dari Qatar.
Langkah ini menegaskan posisi Maroko sebagai sekutu strategis yang berdiri di garis depan dalam membela kedaulatan negara-negara sahabat di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan resminya, Istana Kerajaan menekankan bahwa kedaulatan negara-negara Teluk merupakan “garis merah” yang tidak boleh dilanggar.
Raja Mohammed VI juga menyampaikan kecaman keras terhadap segala bentuk agresi yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
“Keamanan dan stabilitas negara-negara Teluk Arabia merupakan bagian integral dari keamanan dan stabilitas Kerajaan Maroko,” demikian kutipan resmi tersebut.
Pemerintah Maroko menegaskan bahwa hubungan dengan negara-negara Teluk bukan sekadar kemitraan politik, melainkan ikatan persaudaraan historis yang telah terjalin lama.
Maroko juga menyatakan kesiapan untuk mendukung langkah-langkah sah yang diambil negara-negara tersebut demi menjaga perdamaian dan keselamatan warganya.
Sementara itu, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, memberikan apresiasi atas diplomasi aktif Raja Maroko.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kepemimpinan yang tegas dan berintegritas dalam menjaga stabilitas regional.
“Keputusan YM King Mohammed VI untuk berdiri tegak bersama saudara-saudaranya di Teluk adalah bukti nyata dari diplomasi yang jujur dan berwibawa.
Di dunia yang penuh ketidakpastian ini, loyalitas terhadap kedaulatan adalah komitmen yang semakin bernilai,” ujar Wilson Lalengke, Senin (2/3/2026) dari Jakarta.
Ia menambahkan bahwa prinsip solidaritas yang ditunjukkan Maroko selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Persisma, lanjutnya, mendukung penuh posisi Maroko dalam menjaga keamanan kawasan.
Langkah diplomatik Maroko ini dinilai mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas internasional bahwa stabilitas kawasan Arab menjadi prioritas utama.
Dengan memperkuat koordinasi bersama Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain, Maroko turut memperkokoh solidaritas kolektif dalam menghadapi potensi eskalasi konflik regional.
Solidaritas tersebut diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Penulis ; Angger S









