Semarang, 14 April 2026 |indonesianewstoday.com| Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah, Petrus Bangkit, menyampaikan bahwa seluruh jajaran Pemuda Katolik Jawa Tengah mendukung langkah yang ditempuh oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Gusma terkait aduan atas pernyataan yang disampaikan oleh Jusuf Kalla dalam sebuah video ceramah di Universitas Gadjah Mada.
Menurut Bangkit, setiap pernyataan yang menyentuh isu agama harus disampaikan dengan penuh kehati-hatian, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan kebangsaan. Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman, sehingga narasi yang berpotensi menimbulkan salah paham antarumat beragama perlu disikapi secara bijaksana melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap aduan tersebut bukanlah bentuk permusuhan kepada pihak tertentu, melainkan ikhtiar menjaga ruang publik agar tetap sehat, damai, dan saling menghormati. Apabila persoalan semacam ini dibiarkan tanpa penanganan yang jelas, dikhawatirkan dapat memicu keresahan sosial serta mengganggu harmoni hubungan antara umat Kristen dan umat Islam yang selama ini hidup berdampingan.
Pemuda Katolik Jawa Tengah berharap aparat penegak hukum, khususnya Polda Metro Jaya, dapat menangani perkara ini secara terbuka, profesional, objektif, dan berkeadilan. Kepastian hukum sangat penting agar masyarakat memperoleh kejelasan, sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi liar di tengah publik.
Lebih lanjut, Bangkit menyampaikan bahwa Pemuda Katolik Jawa Tengah siap mengawal proses ini secara konstitusional dan damai, sembari terus mengedepankan dialog, persaudaraan, serta semangat kebangsaan. Ia menekankan bahwa toleransi sejati bukan sekadar hidup berdampingan, melainkan kesediaan untuk saling menjaga martabat, menghormati keyakinan sesama, dan bekerja bersama demi kebaikan bangsa.
“Indonesia tidak dibangun oleh satu golongan saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh anak bangsa. Karena itu, menjaga persatuan adalah tugas bersama,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Bangkit mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, bijak dalam menerima informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh hoaks maupun narasi yang memecah belah. Nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika harus terus dirawat sebagai kekuatan moral bangsa Indonesia dalam menghadapi setiap perbedaan.
penulis: Tim Red









