Jepara |indonesianewstoday.com| Dua nelayan asal Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, yang sempat dilaporkan hilang setelah perahunya diterjang gelombang besar di laut akhirnya ditemukan selamat oleh nelayan di perairan Juana, Kabupaten Pati, pada Jumat (13/3).
Kedua nelayan tersebut diketahui bernama Agung dan Mukhlis, warga Desa Ujungwatu yang sehari-hari mencari nafkah dengan melaut di perairan Laut Jawa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, peristiwa bermula pada Selasa (10/3) ketika Agung dan Mukhlis berangkat melaut seperti biasa menggunakan perahu kecil dari wilayah pesisir Ujungwatu. Namun saat berada di tengah laut, perahu yang mereka gunakan diduga diterjang gelombang cukup besar, sehingga keduanya dilaporkan hilang dan tidak kembali ke daratan.
Kabar hilangnya kedua nelayan tersebut langsung membuat keluarga dan warga setempat cemas. Sejumlah nelayan di kawasan pesisir Jepara juga sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi mereka biasa melaut.
Setelah beberapa hari tanpa kabar, akhirnya kabar menggembirakan datang pada Jumat (13/3). Kedua nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan dari wilayah Juana, Kabupaten Pati, saat berada di perairan sekitar daerah tersebut.
Nelayan yang menemukan mereka kemudian memberikan pertolongan dan membawa Agung serta Mukhlis menuju daratan. Keduanya dilaporkan dalam kondisi selamat meskipun mengalami kelelahan setelah beberapa waktu terombang-ambing di laut.
Kabar penemuan ini langsung disampaikan kepada keluarga di Desa Ujungwatu, Kecamatan Donorojo. Suasana haru dan rasa syukur pun menyelimuti keluarga serta warga desa yang sejak awal menunggu kabar keberadaan keduanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan di pesisir utara Jawa agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang laut sebelum melaut, terutama bagi mereka yang menggunakan perahu kecil.
Warga Desa Ujungwatu pun mengaku bersyukur karena kedua nelayan tersebut akhirnya dapat ditemukan dalam keadaan selamat setelah sempat dinyatakan hilang di tengah laut.
Penulis: Suntono









