Laporan : Yogie Ps
Sumber : Wilson Lalengke ( viosari )
Jakarta || indonesianewstoday.com || 29 – Maret – 2026,– Peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya menuai sorotan tajam publik. Seorang warga bernama Faisal (50) dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang saat menghadiri proses konfrontir atas undangan penyidik, Rabu (25/3/2026).
Insiden tersebut disebut terjadi di ruang penyidik dan berlangsung di hadapan aparat kepolisian. Berdasarkan keterangan saksi, korban mengalami pemukulan bertubi-tubi oleh lebih dari 20 orang yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Sejumlah pihak menyebut massa dipimpin oleh Fadh Arafiq bersama istrinya, Ranny Fadh Arafiq. Dugaan keterlibatan keduanya kini menjadi perhatian serius, terlebih karena peristiwa berlangsung di area yang seharusnya steril dari tindakan kekerasan.
Akibat kejadian itu, Faisal mengalami luka-luka dan hingga Sabtu (28/3/2026) masih menjalani perawatan di rumah sakit di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Korban dilaporkan mengalami pusing, mual, muntah, serta luka lebam di beberapa bagian tubuh.
Kecaman Keras dari Wilson Lalengke
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, mengecam keras peristiwa tersebut. Ia menilai insiden ini sebagai bentuk kegagalan aparat dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap warga negara.
“Saya mengutuk keras dugaan pengeroyokan ini. Tidak seharusnya tindakan kekerasan terjadi di dalam kantor polisi, apalagi di hadapan aparat penegak hukum,” tegas Wilson.
Menurutnya, pembiaran terhadap tindakan kekerasan merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa aparat memiliki kewajiban untuk mencegah dan menghentikan setiap bentuk kekerasan.
Wilson juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengambil langkah tegas.
“Saya meminta Kapolri segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak seluruh pihak yang terlibat, termasuk pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik kejadian tersebut,” ujarnya.
Sorotan terhadap Penegakan Hukum
Peristiwa ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas pengamanan dan penegakan hukum di lingkungan kepolisian. Kejadian di dalam kantor polisi dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat.
Secara prinsip, negara memiliki kewajiban untuk menjamin keamanan setiap warga negara, terutama ketika berada dalam proses hukum resmi. Dugaan terjadinya kekerasan di ruang penyidik menjadi indikator serius yang perlu ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel.
Dugaan Keterlibatan Oknum
Selain itu, beredar informasi adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam peristiwa tersebut, termasuk seorang anggota TNI berinisial WLY yang disebut berada di lokasi saat kejadian.
Informasi lain menyebutkan adanya aktivitas perekaman video saat insiden berlangsung. Namun, seluruh dugaan ini masih memerlukan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Publik Menanti Ketegasan
Saat ini, laporan telah dibuat dan sejumlah saksi telah memberikan keterangan. Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.
Publik menantikan langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk memastikan kasus ini ditangani secara transparan, menyeluruh, dan tanpa tebang pilih.
Penanganan yang tegas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian serta menegakkan prinsip bahwa hukum berlaku sama bagi setiap warga negara.
Redaksi : Indonesianewstoday.com









