Laporan : Wawan Prianto
Editor : Yogie Ps
PEMALANG || indonesianewstoday.com – Tragedi memilukan terjadi di kolam renang Desa Lodaya, Randudongkal. Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun meregang nyawa usai diduga tenggelam saat mengikuti latihan renang pertamanya, Minggu (3/5/2026).
Ironisnya, korban baru diketahui berada di dasar kolam setelah tubuhnya tak sengaja tersenggol kaki pelatih yang tengah melatih peserta lain.
Fakta ini memunculkan pertanyaan serius: ke mana pengawasan saat anak-anak berada di dalam kolam?
Kapolsek Randudongkal AKP Sudaryo mengungkapkan, kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB saat korban mengikuti kursus renang. Namun setelah sesi latihan, korban tidak terpantau hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
“Korban ditemukan di dasar kolam setelah tersenggol kaki pelatih. Saat diangkat dan diberikan pertolongan, sudah tidak ada respons,” ungkapnya.
Korban sempat dilarikan ke RS Masrodlillah Randudongkal, namun nyawanya tidak tertolong. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan tidak ada tanda kekerasan, dan korban diduga meninggal akibat paru-paru kemasukan air.
Peristiwa ini kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun sorotan publik mulai mengarah pada standar keselamatan dan pengawasan di lokasi latihan renang tersebut.
Bagaimana mungkin seorang anak yang baru pertama kali belajar berenang bisa luput dari pengawasan hingga berujung maut?
Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelola kolam renang dan penyelenggara kursus, agar tidak lalai terhadap keselamatan peserta terutama anak-anak.
Redaksi : indonesianewstoday.com









