Laporan : Helmi Bastian
Editor : Yogie Ps
Semarang || indonesianewstoday.com – Fakta baru terungkap dalam penggerebekan gudang yang diduga menjadi pabrik ekstasi di Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. ( 10-04- 2026 ) Nama seorang pria yang disebut sebagai “Johnny” mencuat dan diduga telah berada di dalam gudang sebelum aparat melakukan penggerebekan.
Berdasarkan keterangan pihak di lokasi, perwakilan dari Bedoro Jaya sempat mendatangi gudang tersebut dan menemukan adanya aktivitas mencurigakan. Mereka disebut telah memiliki komunikasi atau janji dengan sosok pria yang dipanggil “Johnny”.
Namun, keberadaan pria tersebut justru menjadi misteri. Pihak keluarga maupun warga sekitar mengaku tidak mengenalnya.
“Kami sempat menanyakan siapa itu Johnny, tapi keluarga tidak ada yang kenal. Ternyata orang tersebut sudah berada di dalam gudang,” ungkap salah satu sumber di lokasi.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto membenarkan adanya penggerebekan gudang tersebut. Ia menyampaikan bahwa penanganan kasus masih dalam tahap pengembangan.
“Benar ada penggerebekan. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kemudian. Saat ini penanganan masih dilakukan oleh Polda Metro Jaya, dan kami melakukan backup,” tegasnya.
Yang mengejutkan, gudang tersebut sebelumnya dikenal warga sebagai tempat yang tidak mencurigakan. Bahkan, lokasi itu kerap dimanfaatkan untuk kegiatan sosial masyarakat.
“Sebelumnya gudang kosong, sering dipakai senam ibu-ibu dan anak-anak. Sebelum puasa juga digunakan untuk mencacah pakan sapi atau jagung,” jelas warga.
Warga juga mengaku tidak mengetahui kapan berbagai peralatan industri masuk ke dalam gudang tersebut.
“Tiba-tiba saja ada barang sebanyak itu. Kami tidak pernah mendapat informasi,” tambahnya.
Dalam penggerebekan itu, aparat menemukan sejumlah mesin yang diduga digunakan untuk produksi narkotika, seperti mesin pengolahan, mesin press, hingga peralatan pendukung lainnya.
Kondisi di dalam gudang dipenuhi barang bukti. Beberapa di antaranya diduga berada di area yang disebut sebagai “zona asam”, serta terdapat mesin pompa dan alat produksi lainnya.
“Di dalam ada banyak barang bukti, ada yang masih berbentuk serbuk dan ada juga yang sudah jadi,” ungkap sumber tersebut.
Meski demikian, jumlah pasti barang bukti yang diamankan belum dapat dipastikan. Saat penggerebekan berlangsung, juga tidak ditemukan adanya perlawanan dari pihak yang berada di lokasi.
Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami identitas sosok “Johnny”, asal-usul mesin produksi, serta jaringan yang diduga berada di balik operasional pabrik ekstasi tersebut.
Kasus ini kembali menjadi peringatan bahwa praktik produksi narkotika dapat beroperasi secara tersembunyi di tengah lingkungan masyarakat tanpa terdeteksi.
Redaksi : Indonesianewstoday.com









