Home / NEWS

Minggu, 8 Maret 2026 - 16:45 WIB

ABK Kasus Penyelundupan Sabu 1,9 Ton Divonis 5 Tahun Penjara oleh PN Batam

Laporan : Yogie Ps
Batam | indonesianewstoday.com | 08- maret-2026,– Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada Fandi Ramadhan, seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang terlibat dalam kasus penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat hampir 2 ton atau sekitar 1,9 ton. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar pada Kamis, 5 Maret 2026.

Majelis hakim menilai Fandi Ramadhan terbukti bersalah karena turut terlibat dalam jaringan penyelundupan narkotika berskala besar yang berupaya memasukkan sabu ke wilayah Indonesia melalui jalur laut.

Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan bahwa peran terdakwa sebagai ABK dalam kapal yang membawa muatan narkotika tersebut tidak dapat dilepaskan dari rangkaian tindak pidana yang terjadi.

Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik karena jumlah barang bukti yang sangat besar, yakni hampir 1,9 ton sabu, yang disebut sebagai salah satu pengungkapan penyelundupan narkotika terbesar melalui jalur laut di wilayah perairan Indonesia.

Meski demikian, dalam persidangan terungkap bahwa Fandi Ramadhan tidak berperan sebagai pengendali utama dalam jaringan tersebut. Majelis hakim mempertimbangkan peran terdakwa yang dinilai berada pada level pelaksana di lapangan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Fandi Ramadhan dengan pidana penjara selama lima tahun,” demikian amar putusan yang dibacakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Batam.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan ancaman maksimal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang dapat menjatuhkan hukuman sangat berat bagi pelaku penyelundupan narkotika dalam jumlah besar.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah pihak jaksa penuntut umum maupun terdakwa akan mengajukan upaya hukum lanjutan atas putusan tersebut.

Kasus penyelundupan sabu seberat hampir 2 ton ini sebelumnya terungkap dalam operasi aparat penegak hukum yang menggagalkan masuknya narkotika melalui jalur laut di wilayah perairan Batam. Aparat menduga jaringan yang terlibat merupakan sindikat narkotika internasional yang memanfaatkan kapal dan awaknya untuk mengelabui pengawasan di laut.

READ  Mandor SPBU Berinisial AGS Diduga Bermitra dengan Mafia Solar Subsidi di Boyolali

Redaksi : indonesianewstoday.com

Share :

Baca Juga

NEWS

STIKes Elisabeth Semarang Gelar Wisuda dan Angkat Sumpah Sarjana Keperawatan XV serta Profesi Ners

NEWS

Tiga Pekerja Kandang Ayam di Gladagsari Diduga Keracunan Gas Briket, Polisi Selidiki Penyebab Pasti

NEWS

Kapolres Boyolali Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Liga 4 Nasional di Stadion Kebo Giro

NEWS

Polres Boyolali dan BPS Perkuat Sinergi Demi Suksesnya Sensus Ekonomi 2026

Indonesiatoday

Cegah Risiko di Lapangan, Polres Boyolali Bekali Personel dengan Edukasi Kesehatan Kerja

Indonesiatoday

Kapolres Boyolali Apresiasi Personel Berprestasi, Tegaskan Pentingnya Disiplin dan Integritas

NEWS

Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Galian C di Cepogo Berpotensi Langgar Pasal 158 UU Minerba

Indonesiatoday

Nekat! Mahasiswa Gadaikan 40 Motor untuk MiChat