Laporan : Angger S
Editor : Yogie Ps
BOYOLALI || indonesianewstoday.com– Polres Boyolali menggelar Forum Belajar Bersama bertema “Transformasi Pelayanan Publik di Era Digital: Cepat, Tepat, dan Akuntabel” di Ruang Bhara Merapi, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB ini dipimpin langsung Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, didampingi pejabat utama, jajaran SPKT, serta perwakilan personel dari berbagai satuan fungsi.
Dalam arahannya, Kapolres menegaskan bahwa Polri memiliki mandat utama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik berbasis digital agar semakin responsif, presisi, dan akuntabel.
“Polri harus mampu memberikan pelayanan terbaik. Saat ini sudah ada layanan 110 yang bisa diakses masyarakat untuk melaporkan tindak pidana maupun gangguan kamtibmas. Layanan ini harus dimaksimalkan hingga tingkat Polsek,” tegasnya.
Kapolres juga menginstruksikan peserta agar materi yang diperoleh dalam forum tersebut dapat ditransfer kepada anggota di tingkat Polsek, khususnya petugas SPKT yang berada di garis depan pelayanan.
“Kita harus meminimalisir komplain dari masyarakat. Kuncinya adalah pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari praktisi perbankan Bank Jateng, yakni Shintya Deviana, Desi Natalia, dan Darwanto. Materi yang disampaikan berfokus pada konsep service excellent atau pelayanan prima, yakni pelayanan yang mampu melampaui ekspektasi masyarakat melalui pengalaman yang positif, konsisten, dan profesional.
Beberapa poin utama yang ditekankan meliputi penerapan prinsip 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), respons cepat dan keandalan layanan, pentingnya empati serta komunikasi efektif, hingga kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.
Selain itu, peserta juga dibekali standar operasional dalam menerima tamu dan menangani keluhan masyarakat, dengan pendekatan humanis—mulai dari sikap ramah, kemampuan mendengar aktif, hingga memberikan solusi tanpa menyalahkan.
“Pelayanan bukan sekadar tugas, tetapi pengalaman yang kita ciptakan bagi masyarakat,” menjadi salah satu pesan kunci dalam sesi materi.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan tanya jawab, yang dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman serta kendala di lapangan.
Melalui forum ini, diharapkan kapasitas dan profesionalisme personel Polri, khususnya di Polres Boyolali, semakin meningkat dalam memberikan pelayanan publik yang adaptif di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Redaksi : indonesianewstoday.com









