JAKARTA – Babak gugur dimulai tanpa kompromi. UEFA merampungkan proses drawing 16 besar Liga Europa UEFA musim 2025/2026 di Nyon, Swiss, Jumat (27/2/26). Dari ruang undian itu, peta persaingan menuju delapan besar resmi terbentuk.
Undian dipimpin Deputy Secretary UEFA, Giorgio Marchetti, didampingi legenda FC Porto, Maniche. Delapan pasang laga tersaji—sebagian menjanjikan keseimbangan, sebagian lain memantik aroma rivalitas.
Sorotan tertuju pada duel sesama Italia: Bologna FC 1909 menghadapi AS Roma. Pertemuan ini bukan sekadar adu taktik, tetapi juga pertaruhan martabat Serie A di panggung Eropa.
Wakil Belgia, KRC Genk, berjumpa SC Freiburg yang dikenal disiplin dalam transisi. Ferencvárosi TC ditantang SC Braga, sementara VfB Stuttgart harus mengukur diri melawan pengalaman Eropa FC Porto.
Dari Yunani, Panathinaikos FC bertemu Real Betis yang kerap tampil progresif. Klub Inggris, Nottingham Forest, bersua FC Midtjylland—laga yang menguji konsistensi di dua leg.
Sementara itu, Celta Vigo menghadapi tantangan tak ringan dari Olympique Lyonnais. Laga terakhir mempertemukan Lille OSC kontra Aston Villa, duel yang berpotensi ketat melihat kedalaman skuad kedua tim.
Babak 16 besar selalu menjadi fase seleksi paling jujur: tak ada ruang untuk lengah. Dua leg akan menentukan arah musim—siapa melaju, siapa terhenti. Di kompetisi ini, reputasi hanyalah catatan; yang menentukan tetaplah performa di lapangan.



