Loading...

Prancis tangkap sembilan orang termasuk orang tua murid dalam ‘serangan teroris’ terhadap seorang guru yang dipenggal


Keterangan gambar,

Bunga-bunga ditaruh di sekolah, tempat guru yang dibunuh itu mengajar

Guru yang dipenggal kepalanya di sebuah jalan di Prancis mendapat ancaman selama berhari-hari setelah memperlihatkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, lapor media Prancis.

Sembilan orang telah ditangkap, termasuk orang tua dari seorang murid di sekolah tempat guru itu bekerja, demikian pernyataan seorang sumber pengadilan.

Penyerang ditembak mati oleh polisi di dekat lokasi pembunuhan pada Jumat (16/10).

Polisi mengatakan penyerang adalah seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya yang lahir di Moskow.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan serangan itu memiliki semua ciri “serangan teroris Islamis” dan guru itu dibunuh karena ia “mengajarkan kebebasan berekspresi”.

Keterangan gambar,

Pembunuhan guru itu dinyatakan Presiden Macron sebagai serangan teroris

Berbicara di tempat kejadian beberapa jam setelah serangan, Macron menekankan persatuan nasional. “Mereka tidak akan menang, mereka tidak akan memecah belah kita,” katanya.

Pembunuhan ini terjadi pada saat persidangan atas serangan tahun 2015 terhadap majalah satire Prancis Charlie Hebdo tengah berlangsung. Majalah Charlie Hebdo menjadi target karena menerbitkan kartun Nabi Muhammad yang kontroversial.

Tiga minggu lalu, seorang pria menyerang dan melukai dua orang di luar bekas kantor majalah Charlie Hebdo.

Keterangan gambar,

Sebuah mural korban serangan di kantor Charlie Hebdo pada tahun 2015.

Perkembangan penyelidikan

Hingga Sabtu (17/10) ada sembilan orang, termasuk anak di bawah umur, yang telah ditangkap, kata sumber pengadilan kepada AFP. Mereka dilaporkan termasuk kerabat penyerang dan orang tua dari seorang anak di sekolah tempat guru itu bekerja.

Sebelumnya dilaporkan kronologis peristiwa itu sebagai berikut:

Serangan terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 waktu setempat (15.00 GMT) di dekat sekolah tempat guru itu mengajar.

Seorang pria yang memegang pisau besar menyerang guru tersebut di sebuah jalan di daerah bernama Conflans-Sainte-Honorine, dekat kota Paris, dan memenggalnya. Penyerang kemudian melarikan diri.

Polisi tiba di tempat kejadian setelah menerima telepon tentang seseorang yang mencurigakan yang berkeliaran di dekat sekolah, kata seorang sumber di kepolisian kepada kantor berita AFP.

Polisi menemukan orang [guru] yang tewas dan segera mengenali terduga pelaku yang bersenjatakan pisau. Polisi menyebut lelaki itu mengancam mereka saat mereka mencoba menangkapnya.

Polisi melepaskan tembakan dan mengakibatkan luka parah pada lelaki itu. Ia kemudian meninggal karena luka-lukanya, kata sumber pengadilan.

Keterangan gambar,

Polisi menutup tempat kejadian perkara dan melanjutkan penyelidikan

Tempat kejadian ditutup dan penyelidikan tengah dilakukan.

Dalam sebuah cuitan dalam bahasa Prancis di akun twitter, polisi mengimbau masyarakat untuk menghindari daerah tersebut.

Identitas pelaku

Menurut seorang sumber dari institusi hukum kepada kantor berita AFP, kartu identitas yang ditemukan pada penyerang menunjukkan bahwa pria itu berusia 18 tahun, asal Chechnya yang lahir di Moskow. Namun penyidik sedang menunggu identifikasi resmi.

Polisi mengatakan mereka sedang menyelidiki cuitan yang diposting dari akun yang menunjukkan gambar kepala guru. Namun akun ditutup setelah postingan itu.

Tidak jelas apakah pesan yang berisi ancaman terhadap Macron – yang digambarkan sebagai “pemimpin kaum kafir” – itu telah diposting oleh penyerang, kata mereka.

Guru yang ‘super baik, super ramah’

Sehari setelah kejadian, pada Sabtu (17/10) polisi menyatakan korban sebagai Samuel Paty, usia 47 tahun. Ia adalah seorang guru sejarah dan geografi, yang berbicara tentang kebebasan berekspresi di kelasnya pada awal bulan Oktober.

Saat itu ia memperlihatkan kartun Nabi Muhammad, kartun yang menyebabkan keributan di antara penganut agama Islam ketika Charlie Hebdo menerbitkannya.

Keterangan gambar,

Presiden Macron menyatakan guru itu dibunuh karena mengajarkan ‘kebebasan berekspresi’

Orang tua murid dari sekolah tempat guru itu mengajar mengatakan bahwa guru itu mungkin telah menimbulkan “kontroversi” dengan meminta murid Muslim meninggalkan ruangan sebelum memperlihatkan kartun tersebut.

“Menurut anak saya, dia super baik, super ramah,” kata orang tua murid, Nordine Chaouadi kepada AFP.

Guru itu “hanya berkata kepada anak-anak Muslim, ‘Pergi, aku tidak ingin ini melukai perasaanmu.’ Demikian yang disampaikan anak saya, “kata Nordine.

Warga di lingkungan yang biasanya tenang itu mengatakan mereka terkejut.

“Tidak pernah terjadi apa-apa di sini,” kata Mohand Amara, yang tinggal di dekat lokasi kejadian. AFP menemuinya saat Mohand tengah mengajak anjingnya berjalan-jalan tidak jauh dari sekolah.

“Saya melihat dia (guru) hari ini, dia datang ke kelas saya untuk melihat guru kami. Sungguh mengejutkan bahwa saya tidak akan melihatnya lagi,” kata Tiago, seorang siswa kelas enam.

Awal bulan ini, beberapa orang tua Muslim mengeluh kepada sekolah tentang keputusan guru tersebut yang menggunakan satu atau lebih kartun Nabi Muhammad sebagai bagian dari diskusi tentang persidangan Charlie Hebdo, demikian laporan media Prancis.

Menanggapi serangan hari Jumat, Charlie Hebdo menyatakan dalam akun twitternya, “Intoleransi baru saja mencapai ambang batas baru dan tampaknya tidak berhenti untuk memaksakan teror di negara kita.”

Bila motif pembunuhan ini dapat dibuktikan, hal itu akan sangat mengejutkan Prancis, kata wartawan BBC Hugh Schofield di Paris. Mereka akan melihatnya bukan hanya sebagai serangan brutal, katanya, tapi serangan brutal terhadap seorang guru karena menjalankan tugasnya untuk menjelaskan.

Prancis telah menyaksikan gelombang kekerasan sejak serangan terhadap Charlie Hebdo pada tahun 2015 yang menewaskan 12 orang, termasuk seorang kartunis terkenal.

Bagaimana reaksi Prancis

Majelis Nasional, parlemen Prancis, mengutuk “serangan teror yang mengerikan” dan melakukan penghormatan terhadap guru yang tewas pada hari Jumat itu.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, dalam perjalanan ke Maroko, akan segera kembali ke Paris.

Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer menyatakan dalam cuitan di twitter bahwa pembunuhan seorang guru adalah serangan terhadap Republik Prancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *