Laporan : Joe
Editor : Yogie Ps
Jakarta || indonesianewstoday.com || 28 – Maret – 2026,— Sebuah peristiwa yang bikin publik geleng kepala terjadi di dalam markas Polda Metro Jaya. Seorang warga bernama Faisal justru menjadi korban pengeroyokan brutal saat berada di ruang pemeriksaan, Rabu (26/3/2026).
Yang bikin miris, aksi kekerasan itu terjadi di depan aparat kepolisian.
Menurut informasi yang beredar, lebih dari 20 orang tiba-tiba masuk ke ruang RPK PPA lantai 2 dan langsung mengeroyok korban tanpa ampun. Faisal dipukul, ditendang, bahkan hampir dihantam kursi.
Kelompok tersebut diduga dipimpin oleh Fahd Elfouz Arafiq, putra pedangdut lawas Arafiq.
Tak berhenti di situ, muncul pula dugaan keterlibatan sosok yang disebut sebagai anggota DPR RI, yakni Ranny Fadh Arafiq, serta seorang pengawal yang diduga berasal dari unsur TNI. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi terkait hal tersebut.
Akibat kejadian itu, Faisal mengalami luka memar di kepala dan lebam di sekujur tubuh. Ia kini dirawat intensif di rumah sakit kawasan Pondok Indah.
Insiden ini langsung memicu kemarahan publik. Bagaimana mungkin sekelompok orang bisa masuk ke ruang pemeriksaan dan melakukan pengeroyokan tanpa ada pencegahan?
Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia, Wilson Lalengke, menyebut kejadian ini sebagai tamparan keras bagi penegakan hukum di Indonesia.
“Kalau di dalam kantor polisi saja warga bisa dikeroyok, lalu di mana lagi rakyat bisa merasa aman?” tegasnya.
Ia mendesak aparat bertindak tegas dan transparan, termasuk mengusut dugaan keterlibatan pihak-pihak berpengaruh dalam kasus ini.
Kini, publik menunggu: apakah hukum benar-benar ditegakkan, atau justru tunduk pada kekuatan massa dan kekuasaan?
Redaksi : Indonesianewstoday.com









