Loading...

Ibunda Presiden Jokowi meninggal karena kanker, Presiden Jokowi: ‘Kita semua sudah berusaha’


Hak atas foto
Fajar Sodiq untuk BBC Indonesia

Ibunda Presiden Joko Widodo meninggal dunia pada usia 77 tahun karena kanker yang telah dideritanya sejak empat tahun terakhir.

Ibunda Jokowi, Hj. Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia di Rumah Sakit Tentara (RST) Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (25/3) pukul 16.45.

Kabar tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh kantor Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo diinformasikan tiba di Solo pada Rabu (25/03) pukul 17.52 WIB dari Jakarta dan langsung menuju ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, tampak dengan langkah tenang Presiden menuju ke ruang IGD, tempat ibunya berada.

Presiden Joko Widodo baru memberikan keterangan pers pada malam hari di rumah duka.

Setelah mengucapkan salam, Presiden membuka keterangan persnya dengan mengucapkan tiga kali inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

Presiden didampingi keluarga yang seluruhnya menggunakan masker. Keluarga yang mendampingi antara lain putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga paman dan adik Presiden.

Dalam keterangan pers, Presiden Joko Widodo menyatakan sang ibu sudah empat tahun menderita sakit kanker.

“Kita sudah berobat, kita semuanya sudah berikhtiar, berobat, terutamanya di RSPAD Gatot Subroto.”

Sempat menunduk, lalu Presiden menambahkan, “Tetapi memang Allah SWT sudah menghendaki. Atas nama keluarga besar, saya ingin memohonkan doa agar dosa-dosanya diampuni Allah SWT dan khusnul khotimah.”

Pernyataan penutup presiden ini lalu diamini seluruh yang hadir.

Protokol penanganan virus corona di rumah duka

Hak atas foto
ISTIMEWA

Image caption

Gibran Rakabuming Raka meminta restu pada neneknya Sudjiatmi Notomihardjo sehari sebelum mendaftar ke DPD PDIP Jawa Tengah.

Meninggalnya ibunda Presiden Jokowi berbarengan dengan wabah virus corona di Indonesia.

Melalui Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, Presiden mengarahkan agar para menteri tidak melayat ke rumah duka pun pemakaman ibunya.

Hanya ada dua orang menteri yang mendampingi Presiden Jokowi di Solo, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan sempat berniat terbang ke Solo, namun kemudian diurungkan dan memutuskan salat ghaib dari rumah untuk almarhumah.

“Beliau minta agar almarhumah didoakan dari rumah masing-masing saja. Saya sendiri mengimbau juga, sebaiknya bagi kaum Muslimin yang ingin mensalatkan janazahnya dilakukan dengn salat ghaib saja dari rumah,” kata Mahfud.

Wartawan Fajar Sodiq yang melaporkan untuk BBC Indonesia menggambarkan para tamu yang ingin melayat harus melalui pemeriksaan dan pengecekan berlapis seperti cek suhu badan, mengoleskan hand sanitizer serta melalui alat penyemprot disinfektan yang dipasang menuju rumah duka.

Tak hanya itu, petugas paspampres juga meminta kepada wartawan maupun tamu yang akan ke rumah duka untuk menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Hak atas foto
Biro Pers Sekretariat Presiden

Petugas kesehatan juga membagikan masker.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atas nama keluarga Presiden Joko Widodo meminta kepada masyarakat untuk mendoakan di rumah masing-masing.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi kerumuman orang saat di lingkungan sekitar rumah duka.

“Tentu keluarga sangat bahagia, senang dan sangat menghormati jika warga masyarakat semuanya bisa mendoakan dari rumah. Dan doa dari rumah, jauh sangat cukup sekali,” kata Ganjar.

Ibunda Presiden Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo akan dimakamkan pada Kamis (26/03) pukul 13.00 WIB di pemakaman keluarga yang terletak di Dukuh Mandu, Desa Nolligaten, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *