Loading...

Haji di tengah virus corona: Cerita dua WNI yang terpilih berhaji, ‘berkah dan panggilan Allah’, Arafah sepi dan doa ‘pandemi berakhir’


Keterangan gambar,

Irma Tazkiyya di Padang Arafah Kamis (30/07).

Jemaah haji 2020 dalam jumlah terbatas dengan protolol kesehatan ketat disambut Raja Salman Jumat (31/07) dengan doa agar ibadah mereka diterima dan doa agar pandemi virus corona segera berakhir.

“Saya mengucapkan selamat Idul Adha untuk semua…Kita juga berdoa agar jemaah yang mengikuti haji, diterima ibadahnya dan kita berdoa pandemi di negara-negara kita berakhir,” kata Raja Salman melalui akun Twitternya.

Hentikan Twitter pesan, 1

Lompati Twitter pesan, 1

Di antara 10.000 jemaah tahun ini, dua warga negara Indonesia yang terpilih- Ata Yahra, dan Irma Tazkiyya – menyebut pengalaman mereka sebagai ‘berkah dan panggilan Allah’.

Keterangan gambar,

Jemaah melakukan tawaf pada Jumat (31/07) dengan protokol kesehatan dan jaga jarak.

Jemaah melakukan tawaf mengitari Kabah, di Masjidil Haram, Mekah pada Jumat (31/07), dengan jaga jarak ketat.

Sehari sebelumnya, jemaah berada di Padang Arafah untuk melakukan wukuf, lokasi yang pada tahun-tahun sebelumnya dipenuhi oleh jemaah sekitar 2,5 juta.

Dengan kondisi terbatasnya jemaah, Dewan Masjidil Haram dan Nabawi menyebutnya sebagai “historis dan tidak pernah terjadi sebelumnya, tanpa jemaah, mungkin selama berabad-abad, pada musim haji.”

“Pemandangan bersejarah di Arafah hari ini (Kamis, 30 Juli) dengan jalan-jalan kosong dan hanya beberapa ribu jemaah berada di Masjid Namirah,” kata Haramain Sharifain, Dewan Pimpinan Pusat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, lembaga setingkat kementerian di Arab Saudi melalui akun Twitter, Kamis (30/07).

Keterangan gambar,

Kondisi Arafah sepi, pemandangan yang tak biasa, menurut Dewan Pimpinan Masjidil Haram dan Nabawi.

Salah seorang WNI yang terpilih berhaji, Ata Yahra mengatakan, “Saya terpilih mengikuti haji khusus karena berkah Allah sebelum meninggalkan Saudi”. WNI yang tinggal di Saudi ini akan selesai bertugas di negara kerajaan ini.

Keterangan gambar,

Ata Yahra melakukan tawaf sambil berlinang.

“Allah menyayangi saya, menyanyangi keluarga saya,” kata Ata berlinang sambil menyeka airmatanya saat melakukan tawaf pada Rabu (29/07).

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, Arab Saudi melarang jemaah haji internasional di tengah pandemi Covid-19, dengan jumlah yang ikut tahun ini dibatasi hanya 10.000 orang, sementara tahun lalu sekitar 2,5 juta.

Dari 10.000 calon jemaah, 70% di antaranya adalah warga dari 160 negara yang bermukim di Saudi dan mereka perlu mendaftarkan diri secara online, disaring oleh Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi.

Sementara 30% lainnya adalah warga Saudi sendiri dan diutamakan adalah tenaga kesehatan dan keamanan yang bekerja menangani pandemi Covid-19.

Kasus positif virus corona di Arab Saudi tercatat sebesar lebih dari 270.000 dengan pasien meninggal hampir 3.000, salah satu negara dengan kasus tertinggi di Timur Tengah.

Pengalaman WNI: Protokol kesehatan ketat sejak awal

Keterangan gambar,

Wukuf di Arafah, kondisi sepi yang tak pernah terjadi, menurut Haramain Sharifain.

WNI lain yang terpilih mengikuti ibadah haji tahun ini adalah Irma Tazkiyya.

Seperti jemaah lainnya, ia mengikuti masa karantina empat hari di hotel di Mekah, yang ditetapkan oleh Kementerian Umrah dan Haji Arab Saudi, bersama dengan warga dari 160 negara yang terpilih melalui sistem pendaftaran daring.

Keterangan gambar,

Para petugas membersihkan Kabah menjelang ibadah haji 2020.

“Saya sangat bersyukur banget, bisa diterima di haji tahun ini. Masya Allah, segala fasilitas, service selama karantina, bagus banget. Kita ditempatkan satu kamar satu orang, makanan selalu diantar, kalau butuh sesuatu tinggal telepon,” kata Irma melalui suaminya Afnan Firdaus Selasa (28/07).

Keterangan gambar,

Calon jemaah haji dikarantina di hotel dan ditempatkan satu orang di satu kamar, cerita Irma.

“Ada tenaga medis di bawah yang stand-by bantu kita untuk masalah kesehatan. Tinggal telepon, tenaga medis akan datang. Masya Allah tabarakallah. Selama karantina di hotel, Alhamdulilah semua sangat memuaskan,” tambahnya.

Ia menambahkan mereka dibagi per 20 orang yang terdiri dari beberapa negara.

Keterangan gambar,

Calon jemaah haji tiba di hotel di Mekah untuk karantina.

Arab Saudi mengumumkan mereka yang terpilih untuk mengikuti ibadah haji yang sangat terbatas ini pada 22 Juli lalu, tanpa ada penjelasan mengapa dipilih ataupun ditolak.

Menurut keterangan dari KBRI ada lagi seorang WNI yang terpilih untuk beribadah haji, seorang guru sekolah Indonesia di Riyadh.

“Berkah dan panggilan Allah SWT”

Keterangan gambar,

Jabal Rahmah, Arafah yang tak biasanya sepi pada musim haji 2020.

Keterangan gambar,

Calon jemaah haji dikarantina di hotel di Mekah sejak hari Minggu (26/07) sebelum menuju Arafah pada Kamis (30/07).

Bagi Irma – yang baru pertama kali ini melakukan ibadah haji – saat diumumkan terpilih sempat “berlinang” karena sama sekali tidak mengira.

“Ini semua “berkah dan panggilan Allah SWT” pada saat pandemi virus corona,” kata Irma melalui suaminya Afnan.

Keterangan gambar,

Calon jemaah haji 2020 diangkut dengan bus dengan protokol jaga jarak.

“Istri saya terus terang matanya berlinang menceritakan bahwa dirinya terpilih jadi calon haji tahun ini, sambil berharap saya mengizinkan untuk ikut dan membayar biaya yang dikenakan, yang sebenarnya dari awal sudah saya infokan kalau biayanya terlampau tinggi, saya tidak siap mengingat kondisi keuangan yang lagi timpang,” kata Afnan kepada wartawan BBC News Indonesia, Endang Nurdin.

Keterangan gambar,

Irma Tazkiyya, salah seorang WNI yang terpilih, untuk mengikuti ibadah haji tahun ini.

“Yang bikin lebih terharu lagi buat saya khususnya karena ternyata haji kali ini gratis, padahal dari awal sempat tersiar info bahwa kisaran biaya antara 7.000 riyal sampai 13.000 riyal (Rp27 juta sampai Rp50 juta), tergantung pada fasilitas yang dipilih,” tambah Afnan yang bekerja di Konsulat Jendral Indonesia di Jeddah.

Keterangan gambar,

Koper-koper khusus yang disediakan untuk jemaah haji 2020.

“Dan ternyata tidak dipungut biaya apapun, bahkan tes swab pun tidak dipungut biaya.”

“Bisa terpilih atau tidak semua murni keberuntungan karena dari awal sudah diinfokan kalau haji tahun ini benar-benar terbatas dan diutamakan kepada tenaga medis dan tenaga keamanan di Saudi yang telah berjuang melawan Covid-19.”

“Jadi sebenarnya istri saya iseng-iseng saja untuk daftar, begitu juga kebanyakan orang karena menyadari presentasi terpilih begitu kecil,” tutupnya.

Afnan sendiri mengatakan tidak ikut mendaftar.

Keterangan gambar,

Persiapan wukuf di Arafah telah selesai.

Protokol kesehatan bagi para jemaah terpilih ini adalah karantina empat hari di hotel, sebelum wukuf di Arafah, salah satu ritual ibadah, pada hari Kamis (30/07) dan tujuh hari karantina mandiri, setelah selesai haji.

Persiapan di Arafah sendiri, menurut akun Haramain Sharifain, yang melaporkan persiapan ibadah, “sudah selesai”.

“Tak ada penjelasan diterima atau ditolak”

Keterangan gambar,

Hanya 10.000 jemaah haji yang akan melakukan ibadah haji pada 2020.

Pendaftaran untuk ikut haji dari warga 160 negara yang tinggal di Arab Saudi dilakukan sampai batas waktu tanggal 10 Juli lalu dengan syarat utama, dalam kondisi sehat.

Namun Kementerian Umrah dan Haji tidak menjelaskan berapa banyak yang mendaftar serta tidak ada keterangan mengapa diterima ataupun ditolak.

Eko Hartono, Konsul Jendral Indonesia di Jeddah mengatakan dia dan sejumlah staf KJRI juga ikut mendaftar, namun tidak ada yang lolos.

“Kita pendaftar diberitahu diterima atau tidaknya. Namun di formulir tersebut hanya ditulis, mohon maaf, Anda tidak termasuk yang diizinkan untuk haji tahun ini. Tidak ada penjelasan kena ditolak. Ya kami tidak bisa apa-apa. Cari-cari informasi ke sana ke mari, juga tidak diperoleh jawaban,” kata Eko.

“Kita ikut daftar juga, termasuk pak dubes. Tidak ada yang lolos. Begitu juga dari perwkilan asing lainnya, bahkan staf teknis haji pun tidak lolos,” tambahnya.

Di tengah seleksi ini, Kementerian Dalam Negeri Saudi juga mengumumkan bahwa siapapun yang berada di seputar tempat ibadah, seperti di Mina, Muzdalifah dan Arafah, tanpa izin pada periode haji, akan dikenakan denda sebesar 10.000 riyal (Rp38 juta).

Keterangan gambar,

Dari 10.000 jemaah haji tahun ini, 70% adalah warga dari 160 negara yang dipilih lewat online.

Besaran denda akan naik dua kali lipat bila kembali melakukan pelanggaran.

Kementerian Dalam Negeri Saudi juga menyatakan personel keamanan akan ditempatkan di jalan-jalan di sepanjang tempat ibadah untuk memastikan siapapun yang melanggar peraturan akan dicegat dan didenda.

Kisah calon jemaah yang terpilih: Dapat tiket emas

Keterangan gambar,

Petugas kesehatan di Bandara Jeddah, menanti jemaah yang tiba dari kota lain di Saudi.

Di antara para calon jemaah lain yang beruntung termasuk Fawziya Mohamed, warga Malaysia berumur 38 tahun yang tinggal di Saudi.

Ia mengatakan tak percaya saat mendapatkan telepon dari Kementerian Umrah dan Haji yang memberitahukan dirinya terpilih.

“Inilah untuk pertama kalinya saya melakukan ibadah haji. Alhamdulilah. Saya merasa bersyukur karena saya tak pernah terpikir bisa mendapatkan kesempatan besar dalam hidup seperti ini,” kata Fawziya seperti dikutip Saudi Gazette.

“Perasaan yang paling menggembirakan yang pernah saya rasakan, dan saya merasa inilah hadiah ulang tahun saya pada tanggal 28 Juli. Hadiah ulang tahun terbaik yang pernah saya dapat dalam hidup saya,” katanya lagi.

Calon jemaah lain yang terpilih adalah Nasser, seorang ekspatriat asal Nigeria yang tinggal di Riyadh, yang menyebut mendapat “tiket emas”.

Keterangan gambar,

Petugas memeriksa izin kendaraan di seputar tempat ibadah.

“Perasaan ini tidak bisa digambarkan,” katanya saat tiba di Mekah kepada kantor berita AFP.

Para calon jemaah yang saat ini berada di hotel diberikan berbagai keperluan seperti disinfektan, masker, sajadah serta ihram untuk jemaah pria dan juga batu yang sudah distreril untuk keperluan ritual lempar jumroh.

Kementerian Umrah dan Haji Saudi mendapatkan banyak pertanyaan di Twitter dari mereka yang tidak terpilih.

“Mengapa saya ditolak tanpa alasan,” tanya seorang perempuan dengan mengunggah aplikasi onlinenya.

“Semua orang yang saya kenal, ditolak,” katanya lagi.

Dua janda, asal Nigeria dan Mesir yang bekerja di Saudi, berspekulasi bahwa mereka tidak dipilih karena tidak ada wali pria.

Sementara yang lain berasumsi tempat-tempat yang disediakan adalah untuk para pebisnis dan diplomat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *