Loading...

Hadapi Polandia, Portugal harapkan sihir Ronaldo


Hak atas foto
AFP

Image caption

Ronaldo dalam sesi latihan menjelang laga melawan Polandia.

Belum tampil seperti diharapkan, Portugal masih bertumpu pada sosok Ronaldo saat menghadapi Polandia di babak delapan besar Piala Eropa 2016, Jumat (01/07) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo, yang telah berusia 31 tahun, masih berpeluang untuk menunjukkan kepiawaiannya sebelum mundur dari ajang sepak bola internasional.

Keputusan mundur bintang Argentina, Lionel Messi dari timnas Argentina setelah gagal di final Copa America 2016 yang baru saja berakhir, tentu akan memotivasi Ronaldo yang juga belum berbuat maksimal untuk negerinya.

Seperti diketahui, Messi dan Ronaldo selama ini adalah dua pemain terbaik dunia yang saling besaing dalam mencetak prestasi bersama klubnya masing-masing, Barcelona dan Real Madrid. Keduanya juga belum berhasil membawa timnas meraih trofi.

Penyelamat

Ronaldo menyelamatkan Portugal dari kekalahan dari Hungaria melalui dua golnya sehingga lolos ke babak 16 besar. Saat menghadapi Kroasia, tendangannya yang dihalau kiper lawan dimanfaatkan rekannya menjadi gol kemenangan.

Hak atas foto
Getty

Image caption

Tim Poetugal saat menghadapi Kroasia di babak 16 besar.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Tim Polandia saat menghadapi Ukraina di babak penyisihan grup.

Tetapi di babak penyisihan grup, Ronaldo tidak mampu memaksimalkan perannya. Walaupun memiliki 29 tembakan ke gawang lawan, tidak ada satu pun yang berbuah gol, termasuk tendangan penalti ketika menghadapi Austria.

Pelatih timnas Portugal, Fernando Santos mengatakan Ronaldo belum sepenuhnya tampil sempurna akibat pemain lawan tidak pernah memberikan kesempatan kepada dirinya.

“Para pemain lawan tidak akan membiarkan dirinya leluasa,” kata Santos.

Menjadi beban?

Menghadapi Polandia, Santos menegaskan timnya tetap bertumpu pada Ronaldo dan meyakini hal itu tidak akan membebaninya.

“Semua orang membicarakan tentang sosoknya, tetapi ini memang beralasan. Dia adalah pemain luar biasa,” kata Santos, menjelang laga menghadapi Polandia di Marseille, Jumat (01/07) dini hari Waktu Indonesia Barat.

Hak atas foto
AFP

Image caption

Renato Sanches, yang berusia 18 tahun, diharapkan kiprahnya saat menghadapi Polandia.

Menurutnya, wajar saja banyak orang berharap agar Ronaldo bisa tampil lebih mengkilap. Sebagai bintang, Santos meyakini anak asuhnya dapat menghadapi tekanan seperti itu.

“Ronaldo tahu bagaimana cara menghadapi itu,” katanya, seperti dilaporkan Kantor berita AFP.

Meskipun demikian, dia menandaskan, pihaknya berjanji memaksimalkan kinerja timnya saat menghadapi Polandia.

Kiprah Polandia

Selain mengandalkan Ronaldo, Portugal memiliki amunisi lainnya yang belakangan tampil mengkilap yaitu pemain berusia 18 tahun, Renato Sanches.

Pemain yang akan memperkuat Bayern Munchen ini bermain bagus ketika mengalahkan Kroasia, walaupun masih menjadi pemain pengganti.

Hak atas foto
Getty

Image caption

Di Piala Dunia 1986, Polandia mengalahkan Portugal 1-0. Pemain Frederico dan Antonio Sousa (kiri) berebut bola dengan pemain Polandia, Jan Urban.

Bagaimanapun, laga delapan besar Polandia lawan Portugal merupakan pertemuan mereka ketiga di turnamen besar.

Di Piala Dunia 1986, Portugal mengalahkan Polandia 1-0, dan kemenangan juga mereka dapatkan ketika menekuk lawannya itu 4-0 di Piala Dunia 2002.

Walaupun demikian, di luar ajang turnamen besar, Polandia tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan terakhir saat menghadapi Portugal.

Pertemuan terakhir dua negara ini berakhir seri 0-0 di Warsawa pada Februari 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *