Enam fakta menarik tentang ‘hormon cinta’ pada hewan


Hak atas foto
Education Images/Getty Images

Oksitosin adalah hormon mamalia yang bertanggung jawab untuk sensasi cinta. Hormon ini terlibat dalam pengakuan dan ikatan sosial, dan diyakini berperan dalam pembentukan kepercayaan di antara orang-orang. Itulah yang membuat ikatan ibu-bayi begitu kuat – karenanya dikenal sebagai ‘bahan kimia pelukan’ dan ‘hormon cinta’.

Tetapi ditemukan juga bahwa jantan dari banyak spesies memiliki respons pengasuhan dini yang didorong oksitosin – beberapa di antaranya cukup mengejutkan.

Hak atas foto
ANDREW YATES/GETTY IMAGES

Image caption

kadar oksitosin anjing rata-rata lima kali lebih tinggi daripada kucing.

1. Anjing penuh dengan ‘hormon cinta’

Tubuh anjing menghasilkan oksitosin ketika rekan manusia mereka hadir – dan mereka mendapatkan ledakan besar oksitosin setiap kali mereka melakukan kontak mata dengan manusia yang terikat dengan mereka.

Ketika otak anjing dibanjiri dengan hormon, ia dapat lebih baik mengikuti isyarat sosial dari pemiliknya.

Dan semakin lama seekor anjing mempertahankan pandangan pemiliknya, semakin tinggi level oksitosin yang dilepaskan.

Bahkan, kadar oksitosin anjing rata-rata lima kali lebih tinggi daripada kucing.

Hak atas foto
Hudson Correa/Getty

Image caption

Bukan hanya manusia yang pasangannya ikut bertambah berat badan jika hamil.

2. Monyet bertambah berat badan seiring kehamilan istri

Monyet Marmoset dan Tamarin dari Amerika Tengah dan Selatan hidup dalam kelompok sosial keluarga. Ketika seorang betina hamil, sang suami mengambil isyarat sosialnya dan benar-benar ikut bertambah berat badan: berat badannya akan mulai bertambah segera setelah anaknya bertambah besar sepanjang kehamilan.

Pada saat ini, para suami memiliki hormon yang berbeda – oksitosin, estrogen, dan prolaktin, yang terkait dengan menyusui – yang membuat mereka lebih keibuan begitu bayi lahir.

Marmoset memiliki puting tepat di bawah lengan mereka, dan para suami mengalami pembesaran organ ini ketika pasangannya hamil.

Tampaknya hanya dibutuhkan beberapa penyesuaian hormon untuk memiliki efek mendalam pada apa yang kita pikirkan sebagai jantan dan betina.

Hak atas foto
Jamie Lamb/Getty

Image caption

Meerkat adalah makhluk yang sangat sosial dan oksitosin membuat mereka menjadi lebih penyayang.

3. Meerkat menjadi lebih ramah – dan altruistik

Meerkat adalah contoh buku teks makhluk sosial kooperatif. Mereka hidup dalam kelompok yang terdiri hingga 50 ekor, saling membantu menggali dan menjaga lubang.

Mereka mengasuh, memberi makan, dan mengajar anak-anak meerkat satu sama lain.

Tetapi mereka dapat dibuat menjadi lebih kooperatif. Bagaimana? Sederhana.

Dua profesor Universitas Cambridge bekerja dengan meerkat dari empat kelompok berbeda di Kuruman River Reserve di Afrika Selatan untuk melihat efek yang akan dimiliki oksitosin.

Mereka yang diberi obat ‘cinta’ menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjaga dan menggali, kurang agresif, menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak dan memberi mereka porsi makanan yang lebih besar.

Semua dengan mengorbankan pribadi mereka: meerkat yang memiliki oksitosin dalam jumlah besar menghabiskan lebih sedikit waktu mencari makan untuk diri mereka sendiri, dan dengan demikian makan lebih sedikit makanan.

Hak atas foto
Arterra/Getty Images

4. Beberapa kumbang merawat bayi mereka

Kumbang pengubur adalah contoh langka dari serangga yang menunjukkan pengasuhan orangtua.

Pada spesies yang ditemukan di Inggris, baik betina dan jantan tinggal di sarang dan merawat anak-anak mereka.

Ketika betina hamil, kumbang akan meninggalkan ruang untuk larva di tikus mati yang telah mereka kubur untuk sumber makanan dan sarang. Ini agar larva mereka merangkak saat menetas.

Larva akan meminta makanan – juga sangat tidak biasa untuk serangga.

Saat lapar, mereka menggunakan kaki kecil mereka untuk ‘menggelitik’ orang tua mereka, yang kemudian akan memuntahkan makanan yang dicerna untuk mereka.

Hak atas foto
Santiago Urquijo/Getty

Image caption

Sebagian vole adalah monogami, namun yang lain tidak begitu peduli dengan pasangannya.

5. Vole bisa menjadi poligini

Vole prairie (Microtus ochrogaste ) adalah monogami, dan yang jantan sering menunjukkan pengasuhan orang tua dan melindungi pasangan mereka.

Sebaliknya, Vole meadow bersifat poligini, di mana jantan kawin dengan banyak betina dan mereka menunjukkan sangat sedikit, jika ada, pengasuhan orang tua, dan jarang melindungi pasangan mereka.

Perbandingan kedua spesies ini telah menjelaskan mengapa hal ini terjadi.

Pada vole prairie, individu memiliki lebih banyak reseptor vasopresin di area ventral palladum dari otak mereka dibandingkan vole meadow – dan vasopressin berhubungan dengan ‘bahan kimia pelukan’ oksitosin.

Variasi semacam itu dalam bagian pengkodean gen juga diyakini untuk menentukan apakah manusia laki-laki secara alami memiliki fobia komitmen atau suami yang setia.

Hak atas foto
Auscape/Getty Images

Image caption

Tikus juga mendapat manfaat dari pelukan dan makanan enak yang menenangkan.

6. Tikus yang dipeluk memiliki tekanan darah lebih rendah

Dalam studi tikus menyusui, mereka yang menerima kehangatan dan sentuhan saat makan memiliki tingkat tekanan darah yang lebih rendah daripada individu muda yang tidak menerima segala bentuk sentuhan dari orang tua mereka.

Ini adalah hasil dari peningkatan tonus saraf vagal, yang berarti bahwa mereka memiliki respons saraf parasimpatis yang lebih tinggi dan respons saraf simpatis yang lebih rendah terhadap stimulus, sehingga respons stresnya lebih rendah.

Oksitosin ditemukan memiliki efek menurunkan tekanan darah pada tidak hanya tikus, tetapi juga manusia.

Jadi kita bukan satu-satunya yang mendapat manfaat dari pelukan dan makanan enak yang menenangkan.

Silakan membaca artikel aslinya dalam Bahasa Inggris, 6 Fascinating Facts About the ‘Love Hormone’ dan tulisan-tulisan lain tentang lingkungan di BBC Earth.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *