Home / NEWS

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:40 WIB

Demo di Balai Desa Purwasaba Berujung Ricuh, Kades Hoho Alkaf Mengaku Dikeroyok Massa

Laporan: Yogie Ps

Banjarnegara || indonesianewstoday.com || 12- maret-2026,–Aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berakhir ricuh pada Selasa (11/3). Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho yang akrab disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang usai aksi unjuk rasa tersebut.

Kericuhan terjadi saat Hoho hendak meninggalkan kantor balai desa setelah demonstrasi yang diikuti ratusan anggota LSM. Pada awalnya aksi berlangsung tertib, namun situasi mulai memanas ketika massa mendesak agar proses penjaringan perangkat desa dibatalkan.

Melalui keterangan yang diunggah di media sosial pribadinya, Hoho menyebut dirinya tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa ketika hendak keluar dari lokasi. Akibat kejadian itu, kacamata yang dikenakannya pecah dan pakaian yang ia pakai robek.

“Saat hendak keluar dari balai desa, saya tiba-tiba diserang dan dikeroyok oleh beberapa orang. Kacamata saya pecah dan baju saya sampai robek,” ujar Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

Hoho juga menyoroti sikap aparat keamanan yang dinilainya kurang sigap dalam mengendalikan situasi. Ia menilai petugas kepolisian yang berada di lokasi tidak memberikan perlindungan maksimal ketika kericuhan terjadi. Bahkan, ia mengaku mempertimbangkan untuk melaporkan oknum aparat yang bertugas saat kejadian ke Propam Mabes Polri.

Menurut Hoho, aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses penjaringan perangkat desa. Massa menuntut agar tahapan seleksi yang telah sampai pada tahap pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali.

Namun, pemerintah desa menolak tuntutan tersebut karena proses penjaringan perangkat desa disebut telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. Hoho menegaskan pihaknya tidak akan membatalkan hasil seleksi hanya karena adanya tekanan dari pihak tertentu.

READ  Antisipasi Unjuk Rasa Anarkis, Polres Jepara Gelar Apel Pengecekan Tim Negosiator dan Gakkum

“Proses penjaringan perangkat desa sudah dilakukan sesuai prosedur. Tidak mungkin dibatalkan hanya karena tekanan dari pihak manapun,” tegasnya.
Ia pun berharap mendapatkan perlindungan hukum atas insiden yang menimpanya dan meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Redaksi : Indonesianewstoday.com

Share :

Baca Juga

NEWS

Kapolsek Boyolali Kota Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Pengajian Akbar KH Anwar Zahid

NEWS

Kapolres Boyolali Pimpin Latihan Dalmas dan Raimas, Tegaskan Kesiapan Hadapi Potensi Rusuh Massa

NEWS

Rem Blong di Jalan Abdulrahman Saleh, Sopir Truk Pilih Tabrak Pohon Hindari Korban Jiwa

NEWS

GABSI Desak Pemkab Semarang Tutup Sementara Wisata Celosia, Soroti Dugaan Wahana Tanpa Izin

NEWS

Malam Minggu Mencekam! Tim Siraju Polres Jepara Sikat Pesta Miras dan Balap Liar Hingga Dini Hari

NEWS

𝗧𝗘𝗥𝗨𝗡𝗚𝗞𝗔𝗣! 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝘂𝗿𝘄𝗼𝗴𝗼𝗻𝗱𝗼 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗱𝗶 𝗦𝗹𝗲𝗺𝗮𝗻, 𝗦𝗲𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝗮𝗯𝗮𝗿

NEWS

Jokowi Soal Ijazah: Siap Tunjukkan di Pengadilan, Bukan di Ruang Publik

NEWS

Hangatnya Halal Bihalal Padangsari: Dari Serambi Masjid, Warga Menyatukan Hati dalam Maaf dan Silaturahmi